JAKARTA, DigiTVNews.com -- Enam hari sebelum pembukaan, Indonesia memastikan kesiapannya menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Konferensi internasional yang berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, ini diposisikan pemerintah sebagai panggung diplomasi ekonomi kreatif.
Kesiapan tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Menurutnya, WCCE bukan sekadar forum internasional, melainkan kesempatan membawa potensi kreativitas Indonesia ke panggung global.
WCCE merupakan inisiatif Indonesia yang dimulai di Bali pada 2018. Forum ini kemudian berlanjut di Dubai (2021), Bali (2022), dan Tashkent, Uzbekistan (2024), sebelum kini kembali ke Jakarta. Penyelenggaraannya dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Kamapradipta Isnomo, menyebut kementeriannya bekerja erat dengan Kementerian Ekraf agar hasil pertemuan memberi nilai tambah nyata bagi pertumbuhan ekonomi global, regional, dan nasional, dengan memperhatikan aspek keberlanjutan.
Riefky menjelaskan bahwa penyelenggaraan WCCE 2026 merupakan wujud amanat Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045 dan RPJMN 2025-2029, yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan nasional. Tema yang diusung, “Inclusively Creative: Collective Continuity”, bertumpu pada inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan.
Produk utama yang dituju adalah Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini dirumuskan bersama negara peserta dan diproyeksikan menjadi dasar pengajuan resolusi ekonomi kreatif di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konferensi juga menghadirkan 45 pembicara dari 12 negara, dengan rangkaian utama di Hotel Indonesia Kempinski dan CGV Grand Indonesia, serta jamuan delegasi di Akasta pada 21 Oktober dan Treasury 78 pada 22 Oktober.
Dari sisi peserta, panitia mencatat 1.395 partisipan dari 51 negara telah terkonfirmasi. Sebagian media menyebut angka 58 negara siap hadir, sementara target awal pemerintah melibatkan sekitar 80 negara.
Riefky menegaskan WCCE harus menghasilkan tindak lanjut konkret, mulai dari penguatan jejaring internasional dan peluang investasi hingga perluasan akses pasar dan komersialisasi kekayaan intelektual bagi pegiat ekonomi kreatif Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai forum ini kesempatan memperkuat posisi Jakarta dalam jejaring kota kreatif dunia menjelang peringatan 500 tahun kota tersebut.
Pemerintah juga mengundang media, komunitas, dan masyarakat luas untuk menjadi bagian dari WCCE 2026, termasuk melalui rangkaian kegiatan publik di luar ruang konferensi.
Belum ada komentar yang ditayangkan.