Minggu, 25 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
FINANCE

Saham Teknologi Tertekan 0,61%, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.619

IHSG ditutup melemah 0,25% (16,81 poin) ke level 6.619 pada perdagangan Senin, 7 September 2026, setelah sempat menguat di awal sesi. Pemicu utama pelemahan adalah aksi ambil untung (profit taking) investor di saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor keuangan (-0,76%) dan teknologi (-0,61%). Enam dari sebelas sektor IDX-IC ditutup di zona merah, sementara sektor perindustrian dan energi menjadi penopang dengan penguatan masing-masing 1,25% dan 1,03%. Pergerakan bursa Asia yang bervariasi turut menambah sentimen kehati-hatian pelaku pasar.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 07 September 2026, 14:48 WIB · Diperbarui 25 Oktober 2026, 06:03 WIB · 91 dibaca
IHSG
— Foto: jabejabe.pikiran-rakyat.com

DigiTVNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu turun 16,81 poin atau 0,25 persen ke level 6.619, setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi perdagangan.

Berdasarkan data penutupan, IHSG dibuka di level 6.652,09 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.667. Namun tekanan jual membuat indeks tergelincir hingga menyentuh level terendah 6.610 sebelum ditutup di 6.619.

Tekanan pasar juga tercermin dari jumlah saham yang melemah. Tercatat 348 saham ditutup turun, sementara 300 saham menguat dan 315 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 35,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,59 triliun, sementara frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,116 juta kali. Kapitalisasi pasar bursa hari ini mencapai Rp11.575 triliun.

Secara sektoral, enam dari sebelas sektor IDX-IC ditutup di zona merah. Sektor keuangan menjadi penekan terbesar dengan penurunan 0,76 persen, disusul sektor barang baku yang melemah 0,70 persen. Sektor teknologi turut menjadi pemberat utama dengan koreksi sebesar 0,61 persen, diikuti sektor properti yang turun 0,27 persen, infrastruktur melemah 0,05 persen, dan sektor primer turun tipis 0,04 persen.

Pelemahan di sektor teknologi dan keuangan terjadi seiring aksi ambil untung investor pada saham-saham berkapitalisasi besar di kedua sektor tersebut, setelah IHSG mencatatkan penguatan cukup signifikan pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, lima sektor berhasil menguat dan menahan pelemahan indeks lebih dalam. Sektor perindustrian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,25 persen, disusul sektor energi yang naik 1,03 persen dan sektor kesehatan yang menguat 0,82 persen. Sementara itu, sektor non-primer menguat tipis 0,08 persen dan sektor transportasi naik 0,03 persen.

Pergerakan IHSG hari ini juga tidak lepas dari kinerja bursa Asia yang bervariasi. Indeks Nikkei Jepang menguat dan Shanghai Composite ditutup positif tipis, sementara Hang Seng Hong Kong justru melemah. Kondisi ini mencerminkan investor di kawasan masih berhati-hati merespons sejumlah sentimen global yang berkembang.

Selain sentimen eksternal, pelaku pasar domestik juga mencermati sejumlah faktor dalam negeri, termasuk pergerakan harga komoditas, nilai tukar rupiah, serta perkembangan situasi Gunung Anak Krakatau yang sempat berdampak pada aktivitas transportasi dan penerbangan di sejumlah bandara.

Pada perdagangan berikutnya, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan harga komoditas, nilai tukar rupiah, hingga sentimen domestik lainnya sebagai acuan arah pergerakan IHSG. Bagi investor, fluktuasi pasar yang terjadi perlu disikapi dengan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter