Minggu, 25 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
HIBURAN

Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa

Sinemaku Pictures merilis Memburu Pemangsa, film horror-crime-action garapan Umay Shahab yang tayang 24 September 2026. Film dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem sebagai empat jurnalis perempuan yang memburu predator anak.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 September 2026, 12:25 WIB · Diperbarui 25 Oktober 2026, 03:40 WIB · 48 dibaca
Memburu Pemangsa
— Foto: Digi TV News

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Sinemaku Pictures bersiap merilis Memburu Pemangsa, film horror-crime-action yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 24 September 2026. Film garapan produser sekaligus sutradara Umay Shahab ini menempatkan empat jurnalis perempuan di garis depan perburuan predator anak, dengan tokoh antagonis yang ditegaskan bukan hantu atau iblis, melainkan manusia keji yang bersekutu dengan iblis.

Empat Jurnalis di Garis Depan

Empat peran utama dipegang Laura Basuki sebagai Agnes, Prilly Latuconsina sebagai Cia, Taskya Namya sebagai Brina, dan Yasamin Jasem sebagai Anya. Mereka didukung Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi yang memerankan polisi bernama Petra, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish, dan Jordan Omar.

Ceritanya bermula dari empat anak yang hilang dari satu kawasan dan ditemukan dalam kondisi termutilasi. Waktu semakin sempit ketika anak lain terancam. Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News yang menolak kemampuan supernaturalnya sejak kematian putrinya, terseret ke dalam kasus ini setelah seorang anak diculik tepat di depan matanya. Bersama tiga jurnalis lain dan Petra, ia dihadapkan pada dua pilihan, mundur demi keselamatan sendiri atau mempertaruhkan nyawa demi anak-anak yang selama ini tak sanggup dilindungi.

Isu Kekerasan Anak

Umay Shahab menyebut film ini sebagai pertumbuhan baru dalam karyanya dan semacam perjalanan spiritual pribadi. Menurutnya, isu kejahatan terhadap anak masih memiliki angka yang tinggi dan perlu terus dibicarakan.

Umay Shahab
Foto: Digi TV News

Laura Basuki mengaku tertarik karena kemasan horror-action dan isu yang diangkat. Ia berharap film ini membuka ruang diskusi agar orang tahu ke mana harus meminta bantuan jika mengalami hal serupa. Sementara Prilly Latuconsina menilai persoalan kekerasan seksual pada anak bukan karena minimnya pemberitaan, melainkan adanya budaya diam. Menurutnya, banyak kasus hanya viral satu-dua hari tanpa penanganan tepat.

Yasamin Jasem menyebut para pemain sempat bertemu Komnas Perlindungan Anak, yang ia nilai menjadi pemantik untuk menyuarakan isu tersebut. Ia mengaku dekat dengan karakter Anya yang meneliti demonologi, karena dirinya kerap menonton dokumenter kriminal dan tayangan bernuansa kultus. Adapun Taskya Namya menyebut memadukan dua genre yang menguras tenaga membuat lelahnya terasa dua kali lipat. Di kehidupan nyata, ia juga seorang tante bagi tiga keponakan.

Sebelum tayang, film ini diputar lebih awal dalam program Nonton Duluan di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Menurut pihak produksi, sebagian besar tiket terjual habis. Film ini juga menjadi kolaborasi pertama Laura Basuki dengan Sinemaku Pictures serta tiga pemeran perempuan lainnya.

Laura Basuki
Foto: Digi TV News

Tiket penayangan hari pertama sudah dijual dengan promo beli satu gratis satu. Pembelian daring lewat M-TIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID, sedangkan pembelian langsung di Kota Cinema Mal, Sam's Studios, dan New Star Cineplex. Informasi terbaru tersedia di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter