JAKARTA, DigiTVNews.com -- Para pejabat Dinas Perhubungan DKI Jakarta kini punya agenda baru di pagi hari, yaitu berdiri langsung di titik-titik macet ibu kota. Dishub DKI mengerahkan 1.420 personel untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas jam sibuk pagi lewat program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi), yang dimulai Senin (12/10).
Program ini tidak berjalan setiap hari. Gebrak Pagi dilaksanakan setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 06.30-08.00 WIB. Pesertanya mulai dari Kepala Dinas, Wakil Kepala Dinas, pejabat eselon 3 dan 4, staf, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Mereka disebar di 90 titik prioritas kepadatan di lima wilayah kota administrasi.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut keterlibatan pejabat punya tujuan jelas. Ia ingin para pejabat melihat langsung kondisi lalu lintas, mengidentifikasi hambatan, dan memperkuat koordinasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Penjadwalan dan pembagian tugas diatur agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat maupun agenda kedinasan lain.
Dishub mengusung semangat “Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran.” Program ini memperkuat pengendalian lalu lintas lewat kehadiran langsung pejabat dan jajaran Dishub di titik-titik prioritas pada jam sibuk pagi. Sasarannya adalah waktu ketika aktivitas warga meningkat, terutama perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah.
Selain titik rawan harian, ada kawasan yang mendapat perhatian khusus. Salah satu fokus pelaksanaan adalah area yang terdampak pekerjaan konstruksi dan proyek strategis nasional (PSN). Dishub menilai kehadiran petugas membantu mengidentifikasi masalah di lapangan sekaligus mempercepat koordinasi penanganan.
Keberhasilan program ini juga bergantung pada perilaku pengendara. Dishub mengimbau masyarakat mematuhi aturan lalu lintas, tidak berhenti atau parkir sembarangan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Persoalan parkir liar memang kerap menjadi pemicu kepadatan di ruas-ruas tertentu.
Dishub juga bersikap realistis soal hasilnya. Dishub menyadari bahwa kemacetan Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya melalui penambahan personel dalam waktu singkat. Dengan kata lain, Gebrak Pagi diposisikan sebagai penguat pengendalian di lapangan, bukan pengganti pembenahan jangka panjang seperti pengaturan parkir, penataan proyek konstruksi, dan pembangunan infrastruktur.
Belum ada data resmi mengenai dampak Gebrak Pagi terhadap kecepatan rata-rata kendaraan atau panjang antrean pada hari-hari awal. Evaluasi dari Dishub dan respons warga di ruas-ruas padat akan menentukan apakah pola kehadiran pejabat di jalan ini efektif dan layak diteruskan.
Belum ada komentar yang ditayangkan.