Senin, 26 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Komdigi Minta Berau Tandai Zona Sinyal Lemah, Rute Wisata Dapat Giliran Pertama ◆ Lonjakan Kebutuhan Listrik Pusat Data Dorong Pemerintah Rapatkan Barisan dengan Pengusaha Daerah ◆ Dari Bali, Indonesia dan Malaysia Rapatkan Barisan Jaga Anak dari Risiko Internet ◆ Listrik, Air, dan Jaringan Cadangan Jadi Syarat Pusat Data AI Melangkah ke Timur Nusantara ◆ Insinyur AI hingga Ahli Siber Diburu, Pemerintah Rancang Fondasi Ekosistem Digital Tepercaya
TEKNOLOGI

Panggung Sanur Pertemukan Studio Gim Indonesia dengan Publisher dari 31 Negara

Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026 digelar di Bali Beach Convention, Sanur, pada 21-23 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan ratusan studio gim lokal dengan 66 publisher dan investor dari 31 negara. Kemkomdigi bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) ingin pengembang lokal menjadi pemain yang diperhitungkan di pasar dunia, bukan sekadar penonton. Pasar gim Indonesia disebut telah bernilai lebih dari USD 2 miliar dengan lebih dari 80 juta pemain.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 22:55 WIB · Diperbarui 26 Oktober 2026, 15:56 WIB · 1 dibaca
Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah dalam pembukaan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX)
— Foto: Komdigi

BALI, DigiTVNews.com -- Pengembang gim Indonesia punya panggung baru untuk mencari mitra bisnis dan pendanaan dari luar negeri. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggelar Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, pada 21-23 Oktober 2026. Acara ini menjadi bagian dari Bali Tech Week 2026.

Forum tersebut mempertemukan ratusan studio gim dengan 66 publisher dan investor dari 31 negara. Jumlah studio yang dilaporkan berbeda antarmedia, ada yang menyebut 244 dan ada yang 339. Yang jelas, pesertanya beragam, mulai dari tim indie kecil sampai perusahaan yang gimnya sudah dirilis di pasar internasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, dalam pembukaan di Denpasar pada Rabu (21/10/2026), pasar gim Indonesia kini bernilai lebih dari USD 2 miliar dengan lebih dari 80 juta pemain. Angka itu menunjukkan besarnya pasar dalam negeri, tetapi belum menggambarkan pendapatan yang diterima pengembang lokal. Karena itu, pemerintah mendorong studio nasional agar menjangkau pemain di luar negeri.

Edwin berharap pelaku industri tidak hanya mengikuti perubahan global. Mereka diharapkan ikut menciptakan inovasi dan tampil sebagai pemain yang diperhitungkan. IGDX 2026 mengusung tema Building a Thriving Ecosystem with Creative Resilience. Menurut Edwin, ketahanan kreatif bukan hanya soal bertahan, melainkan juga terus berinovasi sampai karya Indonesia diakui di luar negeri.

Salah satu fokus IGDX 2026 adalah pertemuan bisnis antara pengembang, publisher, dan investor. Skema ini membuka peluang pendanaan, distribusi, dan penerbitan gim. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyebut rangkaian acara ini sebagai kesempatan bagi studio lokal untuk memperkenalkan karya, belajar dari pelaku industri lain, dan menjajaki pasar internasional.

Kemkomdigi juga membuka akses program Garuda Spark bagi perusahaan gim yang hadir di IGDX. Pemerintah turut mendorong studio beradaptasi dengan kecerdasan artifisial (AI), teknologi imersif, dan perubahan kebutuhan pasar.

Presiden AGI Shafiq Husein mengajak pelaku industri memanfaatkan IGDX untuk membangun kerja sama jangka panjang. Menurutnya, kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi diperlukan untuk memperkuat daya saing. Kemitraan yang menghasilkan investasi dan penerbitan, kata AGI, dapat membantu studio mengembangkan kekayaan intelektual berciri Indonesia sekaligus membuka akses ke pasar global.

Ke depan, keberhasilan IGDX 2026 akan terlihat dari kesepakatan yang lahir setelah pertemuan di Sanur dan karya lokal yang benar-benar menembus pasar internasional.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter