JAKARTA, DigiTVNews.com -- PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) akan menggelar AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026 pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Bali Beach Convention, Sanur, Bali. Forum ini menargetkan sekitar 600 pemimpin perusahaan dan pengambil keputusan senior untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi percepatan adopsi kecerdasan artifisial (AI) dan meningkatnya risiko keamanan siber.
AICX 2026 menjadi bagian dari Bali Tech Week 2026 yang berlangsung pada 19-23 Oktober 2026. Panitia menyebut forum ini termasuk salah satu dari 13 kegiatan utama dalam rangkaian tersebut. Sejumlah media membahasnya dalam media briefing yang digelar di Jakarta pada Jumat (9/10/2026).
ITSEC Asia memperluas cakupan forum tahunannya yang sebelumnya lebih menitikberatkan pada keamanan siber. Tahun ini, pembahasan mencakup tata kelola AI, perlindungan data, ketahanan siber, kedaulatan digital, kesiapan menghadapi komputasi kuantum, hingga kebutuhan tenaga ahli yang menopang ekonomi digital Indonesia.
Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher menilai AI telah bergeser dari tahap eksperimen menjadi bagian dari kegiatan bisnis sehari-hari. Menurutnya, pertanyaan bagi para pemimpin bukan lagi apakah organisasi akan memakai AI, melainkan “bagaimana menggunakannya secara aman, bertanggung jawab dan tetap memberikan nilai nyata bagi bisnis.”
Ia menambahkan bahwa keputusan soal AI, keamanan siber, data, dan talenta kini semakin saling berkaitan. Karena itu, AICX dirancang untuk mempertemukan CEO, CIO, CTO, CISO, pemerintah, dan regulator dalam satu forum. Kesiapan, kata dia, tidak cukup diukur dari seberapa cepat teknologi diadopsi, tetapi juga dari keamanan, tata kelola, dan talenta yang dimiliki organisasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital turut mendukung penyelenggaraan forum ini. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menyatakan pemanfaatan AI membutuhkan sinergi pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lain. Ekosistem itu perlu mempertemukan pengembangan teknologi, kebutuhan industri, kesiapan sumber daya manusia, dan tata kelola yang tetap memberi ruang bagi pertumbuhan.
Edwin berharap AICX bisa menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pemimpin industri untuk membahas bagaimana Indonesia memperoleh manfaat ekonomi dari AI sekaligus mengelola risikonya.
Peserta AICX 2026 dijadwalkan berasal dari pemerintahan, jasa keuangan, telekomunikasi, teknologi, energi, manufaktur, dan industri lain yang sedang mempercepat transformasi digital. Sektor-sektor ini dinilai paling terdampak ketika AI makin dipakai untuk operasional, analisis data, dan pengambilan keputusan strategis.
Tanpa tata kelola dan pengamanan yang memadai, percepatan digitalisasi berpotensi meningkatkan paparan perusahaan terhadap ancaman siber dan risiko pengelolaan data. Perusahaan juga perlu memperhitungkan pengawasan penggunaan AI, akuntabilitas keputusan, serta kemampuan tenaga kerja beradaptasi dengan perubahan proses bisnis.
Informasi tentang agenda, pembicara, dan pendaftaran peserta tersedia di situs AICX.asia.
Belum ada komentar yang ditayangkan.