Kabar gembira untuk warga Kelapa Gading dan sekitarnya yang selama ini akrab sekali dengan macetnya Jakarta. LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi mulai Rabu, 26 Agustus 2026. Peresmiannya langsung dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, menandai babak baru transportasi publik ibu kota.
Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini menghubungkan 11 stasiun, mulai dari Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, sampai berakhir di Manggarai. Yang membuat ini semakin menarik, waktu tempuh dari ujung ke ujung hanya sekitar 28 menit, jauh lebih cepat dibanding harus berjibaku dengan macet lewat jalur darat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan seluruh pembangunan jalur rel dan struktur layang sudah rampung 100%. Total investasi proyek ini mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Begitu diresmikan, LRT langsung beroperasi penuh melayani penumpang mulai pukul 05.00 sampai 24.00 WIB, mengikuti jam operasional KRL Commuter Line.
Soal integrasi antarmoda, Stasiun Manggarai jadi simpul utama karena terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, KA Bandara, dan TransJakarta. Sementara Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, dan Proklamasi juga terintegrasi dengan layanan TransJakarta. Meski begitu, akses fisik langsung dari peron KRL Manggarai menuju LRT masih dalam penyelesaian dan ditargetkan rampung September 2026.
Dari sisi kapasitas, jalur Kelapa Gading-Manggarai ini diproyeksikan mampu mengangkut 60 ribu sampai 80 ribu penumpang setiap harinya. Angka yang cukup besar, mengingat kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya selama ini menjadi salah satu titik macet langganan di Jakarta, terutama pada jam-jam sibuk.
Setelah rute Kelapa Gading-Manggarai beroperasi, Pemprov DKI Jakarta akan lanjut membangun perpanjangan jalur menuju Dukuh Atas, ditargetkan rampung pada 2028. Investasi tambahan untuk tahap ini disiapkan sekitar Rp2,7 triliun, termasuk untuk pengadaan 16 rangkaian kereta baru. Kalau proyek ini kelar, LRT Jakarta akan semakin terhubung dengan MRT Jakarta dan KA Bandara di kawasan Dukuh Atas, membuat Jakarta semakin memiliki jaringan transportasi umum yang terintegrasi.
Untuk warga Jakarta Utara dan Timur yang sering pusing tujuh keliling karena macet, kehadiran LRT rute ini jelas jadi angin segar. Tinggal perihal waktu saja sampai masyarakat mulai terbiasa menjadikan LRT sebagai pilihan utama, bukan lagi kendaraan pribadi, buat mobilitas sehari-hari.
Belum ada komentar yang ditayangkan.